CONTOH LEMBAR KORPUS DATA DALAM SKRISPSI

LEMBAR KORPUS DATA

 

No Kode Data Kutipan Keterangan
1 (NA/NB/45)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(NA/NB/106)

 

 

Tok…tok…tok…!

Pintu rumah diketuk agak keras.

“Fatimah! Fatimah!”

Suara seorang perempuan terdengar dari arah luar rumah. Dari caranya memanggil, bisa terlihat jelas sifat dan wataknya.

“Kapan kamu mau melunasi utangmu? Sudak lebih dari enam bulan kontrakan rumah belum dibayar! Utangmu di warungku juga sudah numpuk! Janjinya bulan depan… bulan depan… bulan depannya lagi! Aku sudah muak dengan janji-janjimu!”

Dor… dor…  dor…!

Pintu kayu itu diketuk agak keras. Lebih tepatnya digedor-gedor. Ber kali-kali. Sesekali si penggedor berteriak-teriak memanggil. Sesekali juga mengumpat. Marah.

“Enggak pakai lama! Awas ya kalau enggak melunasi utangmu, siap-siap jadi gelandangan kau!”

Ketika gagang pintu ditarik dan pintunya bergeser membuka dan membentuk sudut enam puluh derajat, Bu Rumi sudah berdiri tepat di tengah pintu. Seperti ratu kuntilanak menyeramkan. Mirip setan keorangan_bukan orang kesetanan_. Mukanya merah marah. Dua orang berkaos hitam ketat di samping kirinya. Badan kekar. Lengan penuh tato. Yang satu plontos, yang satunya rambut cepak mirip AKABRI masuk desa.

Nilai budaya moral pada aspek sikap
 

2

 

(NA/NB/112)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(NA/NB/119)

“Ummi, uang ini akan lebih bermanfaat untuk keluarga Bu Fatimah. Mungkin tidak akan ada lagi bulan depan untukku. Mohon pengertiannya, Mi. Ummi juga sudah dengar kata dokter dua minggu lalu.’’ Fatih menatap lekat-lekat Umminya. Mencoba memastikan. Memberikan pengertian sekaligus agar diberi izin memberikan uang yang sudah dipegangnya.

“Ah, aku punya ide!” lanjut Fatih.

“Apa?” Ardian ikut berseru. Sebuah harapan muncul dari wajah bingung Ardian,

“Mmm…begini. Saat ini semua orang ingin semua keinginannya berjalan mudah, cepat, dan , tidak mau repot. Termasuk dalam hal fotokopi. Betul tidak?”

“Terus?”

“Nah, itu berarti harus ada sebuah layanan dari usahamu yang bisa membuat konsumen lebih nyaman dan tidak mau direpotkan. Caranya, sediakan layanan yang super nyaman buat mereka. Bagaimana kalau usaha fotokopianmu menyediakan layanan fotokopi panggilan?” Ardian tampak bingung. Sedikit aneh saja telinganya mendengar usulan Fatih.

“Iya, caranya gini, kita buat pamflet atau brosur atau spanduk dan semacamnya lah apa pun bentuknya.yang isinya memberitahukan bahwa kantormu menyediakan fasilitas fotokopi panggilan. Konsumen tinggal sms di mana dia berada, maka tim dari kantormu akan menjemputnya sekaligus menyediakan layanan antar jemput buku yang akan difotokopi…”

“Wah, ide hebat! Boleh dicoba itu.” Tersenyum lebar. Masalah yang ia pikirkan sejak tadi pagi sebelum berangkat kuliah kini terselesaikan.

 

Nilai budaya moral pada aspek sikap

3 (NA/NB/41)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(NA/NB/54)

 

Plakk!

Tamparan keras mendarat di pipi seorang perempuan paruh baya. Seorang laki-laki dengan tubuh agak besar berdiri sempoyongan di depannya. Matanya merah. Mulutnya bau busuk. Bau minuman yang belum pernah diminum oleh perempuan yang baru saja ditampar