Bab 2 skripsi “Ragam Bahasa Iklan dalam Pemfokusan Kalimat Iklan Bahasa Indonesia di Surat Kabar Jawa Pos Edisi Bulan Juni-Juli 2012”

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Untuk menyusun kerangka teori sebagai arahan kerja penelitian ini perlu diadakan kajian pustaka terhadap beberapa sumber pustaka yang meliputi, Kajian tentang peranan ragam bahasa iklan, Kajian tentang iklan, Kajian tentang pemfokusan kalimat iklan, Kajian tentang peranti fokus yang digunakan, Peranan ragam bahasa iklan dalam pemfokusan kalimat iklan bahasa Indonesia.

  • Ragam Bahasa Indonesia Iklan

Ada tiga hal yang perlu dibahas dalam ragam bahasa Indonesia iklan, yaitu (1) konsep dasar ragam bahasa Indonesia iklan, (2) peranan dan fungsi bahasa Indonesia ragam iklan, dan (3) ciri-ciri penanda ragam bahasa Indonesia iklan. Masing-masing akan diuraikan sebagai berikut:

  1. Pengertian Ragam Bahasa Indonesia Iklan.

Ragam bahasa Indonesia iklan adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan oleh para pengusaha untuk menawarkan berbagai produk barang dan jasa dimana khusus digunakan dalam bidang periklanan (Chaer, 2010: 69).

Ferguson dalam buku Pateda menyatakan, “a variety is any body of human speech patterns is sufficiently homogeneous to be analysed by available techniques of synchronic description and wich has asufficiently large repertory of elements and their arrangements or processes with broad enough semantic scope to function in all normal contexts of communication”. Kemudian pateda menyimpulkan variasi melalui definisi tersebut, yakni. (1) ada pola-pola bahasa yang sama, (2) pola-pola bahasa itu dapat dianalisis secara deskriptif, (3) pola-pola yang dibatasi oleh makna tersebut dipergunakan oleh penuturnya untuk berkomunikasi (Pateda, 1990: 52). Sedangkan kartomihardjo menyatakan ragam adalah suatu peranti untuk menyampaikan makna sosial atau artistik yang tidak bisa disampaikan lewat kata-kata dengan makna harfiah (Kartomihardjo: 1988: 23).

Dengan demikian keberadaan ragam bahasa Indonesia iklan sebagai salah satu wujud bahasa yang dapat diamati dari segi kehadiranya baik secara konseptual maupun faktual. Secara konseptual kehadiran ragam bahasa Indonesia iklan ditandai oleh beberapa hal. Pertama ragam bahasa Indonesia iklan disebut oleh beberapa pakar dengan memberikan istilah yang berbeda-beda. Kedua, ragam bahasa Indonesia iklan merupakan salah satu disamping ragam teks berita iklan, cerpen, tajuk dan karangan ilmiah lain. Ketiga, ragam bahasa Indonesia iklan ditelaah oleh orang-orang berminat dibidang periklanan. Keempat, ragam bahasa Indonesia iklan disoroti oleh pakar dari sudut pandang yang berbeda. Sedangkan secara faktual, kehadiran bahasa Indonesia ragam iklan dapat diamati secara langsung dalam surat kabar, majalah atau terbitan berkala lainya yang menggunakan bahasa Indonesia.

Sebenarnya terdapat perbedaan antara ragam iklan dan jurnalistik. Yakni ragam jurnalistik hanya dipakai dalam bidang kewartawanan. sedangkan ragam iklan digunakan untuk mempengaruhi konsumen dalam bentuk pesan-pesan yang disampaikan oleh perorangan atau kelompok perusahaan (Hakim,2007: 111).

Jika kita melihat latar belakang dunia bisnis yang mengharapkan dengan cepat dapat menghasilkan keuntungan yang banyak berkeinginan berkompetisi dengan para saingan dan berusaha menarik perhatian masa, maka timbulah konsep-konsep kebebasan tertentu yaitu pola kalimat yang bersifat ringkas, padat dan provokatif serta persuasif.

  1. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia Ragam Iklan.

Bertitik tolak pada konsep dasar ragam bahasa Indonesia iklan diatas, tampaklah bahwa ragam bahasa Indonesia yang digunakan secara intensif dalam bidang periklanan. Dengan demikian kedudukan itu sejajar dengan ragam-ragam bahasa Indonesia dan memperkaya ragam bahasa Indonesia.

Hal ini sesuai dengan pendapat Chaer yang memandang variasi melalui dua pandangan . Pertama, variasi atau ragam bahasa itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. jadi variasi atau ragam bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi atau ragam bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam (Chaer, 2010: 62).

Sehubungan dengan kedudukan tersebut maka ragam bahasa Indonesia iklan mempunyai dua fungsi yaitu fungsi utama dan fungsi tambahan. Fungsi utama adalah ragam iklan digunakan untuk meningkatkan penjualan produk suatu barang atau jasa, sedangkan fungsi tambahan sebagai alat fungsional untuk mempersuasi pembaca sehingga tertarik dan berminat serta membeli produk yang ditawarkan tersebut.

  1. Ciri Penanda Ragam Bahasa Indonesia Iklan

kajian terhadap ciri penanda ragam bahasa Indonesia iklan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu, (1) ciri linguistik, dan (2) nonlinguistik. Dilihat dari segi linguistik (intrinsik), maka ciri ragam bahasa dapat diberikan unsur fonetis, morfologis dan sintaksis. Sedangkan dikaji dari segi non linguistik, maka ciri raga mini dikaitkan dengan unsur di luar bahasa yang secara langsung ikut mewarnai provil ragam tersebut.

ciri-ciri ragam bahasa iklan yaitu padat, singkat dan menarik serta banyak sekali menerapkan prinsip-prinsip retorik dalam iklan produk barang. Misalnya iklan yang menyajikan ketenangan perasaan, jaminan kemanfaatan, memberikan kepuasan kesehatan dan sebagainya.

Bahasa iklan adalah bahasa yang persuasif, dengan persuasif, persuasif itu pengusaha berusaha mempengaruhi konsumen agar mempergunakan produk barangnya dan mengajarkan konsumen untuk membeli barang yang ditawarkan. Daya persuasif ragam iklan diperkuatdengan melengkapi teks iklan tersebut dengan gambar pewarnaan dan variasi tipografi. Dengan demikian tidak akan berlalu begitu saja dari perhatian pembaca. Sebab kata-kata yang tertulis  dalam sebuah surat kabar adalah barang berharga yang dipamerkan dalam etalase yang mahal. Dengan demikian ragam iklan dibuat berdasarkan seni menyusun yang menarik.

  • Iklan

Kajian tentang iklan ini mencakup (1) konsep dasar iklan, (2) fungsi iklan, dan (3) jenis-jenis iklan. Ketiga hal tersebut diuraikan berikut ini.

  1. Konsep dasar iklan

Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyebut iklan, dimana iklan disebut juga reklame dan advertensi.

 Iklan adalah suatu bentuk pernyataan yang memuat pesan mengenai gagasan, produk atau jasa yang ditawarkan oleh perorangan atau perusahaan baik pemerintah atau swasta. Sedang advertensi adalah upaya menarik perhatian orang pada suatu barang atau usaha menggerakan hati orang untuk membeli barang tadi atau memberi reaksi atas usaha itu. Serta reklame adalah bentuk pernyataan yang menggunakan tenaga pengikat dan dilakukan produsen untuk mempengaruhi konsumen sehingga penjualan barang atau jasa bertambah naik (Effendi, 2004: 31).

Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat dilihat perbedaan antara iklan dan reklame. Hal ini perlu ditegaskan untuk menghindari kerancauan antara kedua istilah tersebut, maka dijelaskan bahwa iklan mengandung pengertian yang luas dibanding reklame. Dimana reklame biasanya menonjolkan kepentingan ekonomis agar orang terpancing melakukan tindakan terhadap barang atau jasa yang ditawarkan. Sedangkan iklan selain mengandung kedua unsur seperti yang terdapat pada reklame juga memuat informasi untuk diketahui khalayak umum. Missal pemberitahuan tentang perkawinan, kelahiran, dan lain-lain. Juga perbedaan lainya adalah iklan yang memakai media pers cetak, TV, radio, dan film. Sedangkan reklame menggunakan media diluar media masa seperti poster.

Supaya suatu iklan dapat menarik perhatian konsumen maka syarat-syarat yang perlu diperhatikan adalah (1) menarik perhatian pembaca, (2) kalimat iklan harus jelas,  (3) disesuaikan dengan peristiwa atau kejadian tertentu jika perlu ditambah dengan lukisan. Sedangkan menurut sudiono ada lima hal yang perlu diperhatikan yaitu (1) judul iklan, (2) naskah iklan, (3) ilustrasi, (4) logo, (5) warna. Kalimat hal tersebut akan di jelaskan sebagai berikut (Sudiono 1986: 35-36).

Pertama judul merupakan unsur cetak terpenting dalam persaingan untuk menarik perhatian pembaca. Kedua, naskah iklan berfungsi menjelaskan produk yang ditawarkan sekaligus pembaca agar berfikir. Ketiga, ilustrasi (foto, diagram, grafik) untuk mengelak rintangan yang ditimbulkan oleh perbedaan bahasa, kata-kata sehingga dapat menenangkan persaingan dalam menarik perhatian diantara iklan dan media masa. Keempat, logo iklan berkaitan dengan tanda-tanda identifikasi suatu produk. Kelima, warna iklan juga mampu mempengaruhi dan merangsang mata manusia, sehingga menimbulkan getaran elektromagnetik yang dapat mempengaruhi emosi pembaca.

  1. Fungsi iklan

Darmesta menyebutkan berbagai fungsi iklan yaitu, (1) memberikan informasi, (2) mempengaruhi, (3) memuaskan keinginan, dan (4) sebagai alat komunikasi.

Fungsi-fungsi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, iklan berfungsi memberitahukan kepada konsumen tentang kebutuhan dan keinginan mereka. Kedua, iklan berusaha membujuk konsumen dengan mengatakan suatu produk lebih baik daripada produk lain. Ketiga, iklan berusaha menimbulkan kesan tertentu apa yang diiklankan. Keempat, iklan merupakan alat komunikasi antara penjual dan pembeli. Dengan demikian keinginan dapat terpenuhi secara efektif dan efisien.

  1. Jenis-jenis iklan

Jenis-jenis iklan berdasarkan penempatannya dalam surat kabar terbagi menjadi,  (1) Iklan mini yaitu iklan yang terdiri atas beberapa baris biasanya banyak menggunakan singkatan, (2) Iklan blok yaitu iklan berukuran besar menggunakan gambar-gambar dengan naskah tersusun baik, (3) Iklan buta yaitu iklan yang tidak menyebutkan identitas pemasanganya, (4) Iklan halaman muka ialah iklan yang memuat tentang berita keluarga, kelahiran dan lain-lain, (5) Iklan kuping yaitu iklan yang dimuat dalam boks ukuran kecil disebelah logo surat kabar, (6) Iklan sponsor tulisan tentang berita yang disponsori oleh suatu perusahaan (suhandang, 1983:12).

Tanirejo dalam tondowidjojo membagi iklan menjadi empat jenis yaitu (1) iklan keluarga yaitu iklan yang berkenaan dengan kelahiran, perkawinan dan lain-lain, (2) iklan perusahaan yaitu iklan yang berisi panggilan rapat, pencarian tenaga kerja, tander dan lain-lain, dan (3) iklan hiburan yaitu iklan yang berisi tentang pertunjukan film, serta (4) iklan pariwisata yaitu iklan tentang jasa atau pelayanan yang berkaitan tentang peristiwa (Tondowidjojo, 1983: 26).

  • Pemfokusan dalam Bahasa Indonesia

Kajian tentang pemfokusan dalam bahasa Indonesia pada penelitian ini akan membahas (1)  tentang konsep dasar fokus, (2) jenis-jenis pemfokusan dan peranti fokus. Kedua hal tersebut akan diuraikan sebagai berikut.

  1. Konsep Dasar Fokus

Sebelum diurakan tentang konsep dasar fokus, akan disinggung sedikit tentang pengertian kalimat. Bahwa kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dan sekurang-kurangnya sebuah kalimat, baik lisan maupun tulisan, harus memiliki subjek dan predikat. (Arifin, 2008: 66). Sedangkan fokus kalimat adalah upaya penonjolan, penegasan, pementingan, penekanan, atau pengkonsentrasian pada salah satu unsur atau bagian kalimat yang dipentingakan. Dalam hal ini yakni unsur yang menonjolkan suatu bagian kalimat sehingga perhatian pendengar dan pembaca tertarik pada bagian inti, ciri predikat verbal yang menentukan hubungan semantis predikat verbal dengan subjek dan biasanya ditandai oleh afiks verbal. Dengan demikian fokus dipahami sebagai salah satu gejala struktur kalimat yang dibentuk transfor fokus (Chaer, 2008: 214).

Terdapat dalam kata kalimat tradisional dibicarakan tekanan, baik tekanan kata atau tekanan kalimat. Tekanan ini biasanya memakai peranti kerasnya suara pada suku kata tertentu atau pada kata tertentu pada kalimat. Chaer menjelaskan pemfokusan dengan intonasi akan atau terutama lebih nyata dalam bahasa ragam lisan karena intonasi akan dapat dirasakan (Chaer, 2009: 214). Tetapi pengertian fokus yang dipakai sekarang lebih luas dari pada tekanan yang dipakai dalam tata kalimat tradisional.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa fokus adalah salah satu unsur atau bagian kalimat yang menjadi pusat perhatian antara pembicara dan pendengar atau penulis dan pembaca karena mengandung informasi penting atau dipentingkan.

Samsuri mengatakan bahwa pemfokusan diartikan proses pembentukan  agar suatu unsur atau bagian kalimat menjadi fokus kalimat tersebut, maka fokus menempati posisi penting dalam kalimat bahasa Indonesia, bahkan dianggap ciri bahasa Indonesia (Chaer, 2009: 52).

Pengertian fokus dibedakan dengan pengertian topik, topik adalah pokok pembicaraan yang berupa bentuk kata dan dapat pula berbentuk kalimat. Sedangkan kridaleksana menyatakan topik adalah bagian kalimat menjadi kerangka untuk pernyataan yang mengikutinya dan berkaitan dengan waktu dan benda (Hasan, 2003: 351).

Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat perbedaan antara fokus dan topik. Pertama, fokus merupakan bagian kalimat yang menjadi pusat perhatian, sedangkan topik merupakan pokok pembicaraan yang terdapat dalam sebuah kalimat. Kedua, fokus terjadi melalui pembentukan kalimat yang bersifat transformasi, sedangkan topik melalui penataan informasi. Ketiga, dilihat dari penempatanya dalam kalimat fokus terletak pada awal, tengah dan akhir kalimat sedangkan topik selalu di awal kalimat.

  1. Jenis-jenis Pemfokusan dan Peranti Fokus

Berdasarkan uraian diatas fokus dikenakan pada bagian yang dipentingkan dalam sebuah kalimat. Dengan demikian pemfokusan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan nama bagian kalimat yang difokuskan yaitu pemfokusan subyek, predikat, obyek dan keterangan serta verba dan tanya (Chaer, 2009: 215).

Keberadaan fokus dalam sebuah kalimat ditandai oleh sebuah peranti atau alat fokus yang digunakan. Samsuri mengatakan bahwa peranti fokus dapat diketahui secara implisit yaitu peranti fokus yang berupa pengontrasan, sedangkan secara eksplisit ada empat peranti fokus yaitu (1) intonasi, (2) pemindahan, (3) penggunaan penanda fokus, dan (4) penggunaan posesifnya (Chaer, 2009: 2014).

Peranti fokus yang berupa intonasi hanya terdapat dalam bahasa lisan, dan peranti yang berupa pemindahan dilakukan dengan cara memindahkan unsur utama dalam kalimat. Dengan demikian peranti pemindahan dapat digunakan dalam pemfokusan subyek, predikat, keterangan, dan obyek.

Peranti fokus yang berupa penanda fokus dikelompokan menjadi dua macam  yaitu: pertama, kelompok menjadi klitik apabila diletakan pada unsur atau bagian yang difokuskan. Dimana klitik ini meliputi partikel kah, lah, dan tah. Kelompok yag tidak berubah klitik apabila diletakan pada bagian yang difokuskan meliputi penggunaan kata “adalah, yang, itu, pun, akan, ada, sekaligus, dan saja. Penanda lah digunakan dalam kalimat berita, kah digunakan dalam kalimat tanya, tah digunakan dalam kalimat retoris. Kedua penanda fokus itu diletakan dibelakang unsur yang difokuskan (samsuri, 1982: 426).

Peranti fokus yang berupa penggunaan posesifnya biasanya dipakai untuk memberikan fokus pada nomina pemilik dari sebuah frase nomina yang terdiri dari nomina pemilik (samsuri, 1982: 436).

Peranti fokus yang berupa pengontrasan dapat dilihat secara eksplisit dan implisit. Pengontrasan secara eksplisit ditandai dengan kata: bukan, tetapi, melainkan. Sedangkan peranti pengontrasan secara implisit menggunakan penanda fokus. Hal ini dapat dilihat pada contoh berikut: Anakl itu makan kacanglah”. Kalimat itu menunjukan kontras secara implisit yaitu sunbyek ( Anak itu ) tidak melakukan apa-apa kecuali makan kacang.

Sebelum diuraikan lebih lanjut tentang pemfokusan dan peranti fokus yang terdapat dalam kalimat ragam bahasa iklan. Perlu diketahui kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar, yang biasanya berupa klausa, dan dilengkapi dengan konjungsi bila diperlukan, serta disertai dengan intonasi final (Chaer, 2009: 44). Dan berikut ini akan diuraikan lebih lanjut penggunaan masing-masing peranti fokus pada jenis pemfokusan melalui beberapa contoh kalimat yang ada.

  1. Pemfokusan Subjek

Kridalaksana mengatakan bahwa subyek adalah bagian klausa yang berwujud nomina atau frase nomina yang menjadi apa yang dikatakan oleh pembicara (Chaer, 2009: 21). maka pemfokusan subyek adalah proses menjadikan subyek sebagai fokus kalimat. Penggunaan peranti fokus dapat diamati pada contoh kalimat berikut ini. Anak  itulah makan kacang di sini kemarin.

  • Anak itu yang makan kacang di sini kemarin.
  • Mereka pun berjuang membela bangsa.
  • Gadis itu rambutnya panjang sekali.

Pada beberapa contoh di atas kata yang digaris bawahi adalah unsur subyek yang difokuskan. Sedangkan kalimat peranti fokus terletak dibelakangnya, diantaranya pada contoh kalimat (1, 1, 3) digunakan fokus lah, yang, pun, sedangkan kalimat (4) menggunakan peranti fokus posesif-nya.

  1. Pemfokusan Predikat

Kridaleksana menyatakan predikat adalah bagian klausa yang menandai apa yang dikatakan  oleh pembicara tentang subyek (Chaer, 2009: 21).

Beberapa bahasa menandai predikat dengan adanya unsur verba dalam kalimat. Dimana perwujudan predikat dalam konstruksi kalimat dapat ditandai dengan adanya FN, FV, atau FK. Sedangkan ciri urutan letak predikat dalam kalimat dasar adalah dibelakang subyek, dan kata “adalah” dapat diselipkan antara FN subyek dengan FN predikat jika ditemui dua frase dalam sebuah kalimat (Chaer, 2009: 135-138).

Sedangkan peranti pemindahan penanda fokus dilakukan dengan menempatkan penanda fokus dibelakang predikat dan dapat dilihat pada contoh berikut;

  • Rajin sekali anak itu.
  • Tidur anak itu nyenyak.
  • Anak itu rajin sekalilah.
  • Tuntutan semacam itu

Pada contoh diatas, kata yang digaris bawahi adalah predikat yang difokuskan, dimana kalimat ( 1, 2 ) menggunakan peranti pemindahan. Sedangkan kalimat ( 3, 4 ) menggunakan peranti penanda-lah.

  1. Pemfokusan Objek

Objek adalah bagian dari verba yang menjadi predikat dalam klausa itu. kehadiranya sangat ditentukan oleh ketransitifan verba itu. Artinya kalao verbanya bersifat transitif maka obyeknya itu akan muncul, tetapi kalo verbanya bersifat tak transitif (intransitive) maka obyek itu tidak aka nada (Chaer, 2009: 21).

Pemfokusan obyek adalah proses menjadikan obyek sebagai fokus, dan pemfokusan dengan peranti pemindahan, penanda fokus, dan pengontrasan. Peranti pemindahan digunakan dengan cara memindahkan obyek pada awal kalimat dimana proses tersebut diikuti perubahan awalan men- menjadikan awalan di-. Peranti penanda fokus yang digunakan pemfokusan subyek adalah partikel lah dan yang, Sedangkan peranti pengontrasan yang digunakan ialah kata bukan dan tetapi, berikutnya inti contoh pemfokusan obyek.

  • Buku itu di baca Amin di kebun.
  • Banyak pelajaran membaca buku yang lain.
  • Tono menulis surat, bukan cerita pendek.

  1. Pemfokusan Keterangan

Kridaleksana menyatakan keterangan merupakan kata atau kelompok kata yang dipakai untuk meluaskan atau membatasi makna subyek atau predikat dalam klausa . hal ini karena kedudukan keterangan dalam klausa lebih fleksibel, artinya, dapat berada pada awal klausa maupun pada akhir klausa (Chaer, 2009: 24).

Jenis-jenis keterangan antara lain waktu, tempat, syarat, tujuan, alat, perwatasan, perkecualian, sebab, perlawanan, kualitas, kuantitas, modalitas (chaer, 2009: 24).

Pemfokusan keterangan adalah proses menjadikan unsur keterangan sebagai fokus kalimat. Peranti yang digunakan dalam pemfokusan keterangan, yaitu (1) peranti pemindahan, (2) peranti penanda fokus-lah, dan (3) pengontrasan.

Contoh:

  • Kemaren dokter itu telah memeriksa pasienya.
  • Dengan mudalah Nanang mendapat pekerjaan.
  • Anak itu pergi bukan kemarin tetapi baru tadi pagi.

Pada kalimat (1) menggunakan peranti pemindahan, kalimat (2) menggunakan peranti pemindahan yang di kombinasi dengan peranti fokus-lah. Sedangkan kalimat (3) menggunakan peranti pengontrasan.

  1. Pemfokusan Tanya

Chaerb juga menyatakan dalam bukunya. Kalimat tanya adalah kalimat yang berisi pertanyaan, yang perlu diberi jawaban atas suatu hal yang di pertanyakan  (Chaer, 2009: 46).

Kata tanya yang digunakan meliputi kata tanya apa, siapa, mana, beberapa, bagaimana, mengapa, kenapa, kapan (Ramlan, 1887: 28).

Terdapat juga kata tanya yang diawali preposisi yaitu dimana, kemana, dari mana. Kata tanya tersebut berfungsi menanyakan kata benda, manusia, sebab, keadaan, pilihan, waktu jumlah dan tempat.

Pemfokusan tanya adalah proses memberi fokus pada bagian-bagian tertentu pada kalimat tanya, dan peranti yang digunakan adalah pemindahan dan penanda fokus-kah (samsuri, 1982: 447).

Penggunaan tersebut dapat diamati dalam contoh berikut:

  • Dimana adik membeli buku?
  • Siapakah nama gadis itu?
  • Menanam padikah petani itu di sawah tahun ini?

Pemfokusan pada kalimat (1) dilakukan menggunakan peranti pemindahan. Pemfokusan pada kalimat (2) dilakukan dengan peranti fokus-kah, dan pada kalimat (3) juga dengan peranti fokus-kah.

  • Ragam Bahasa Iklan Dalam pemfokusan Kalimat Iklan Bahasa Indonesia.

Telah diterangkan mengenai ragam bahasa iklan dan pemfokusan kalimat pada bagian atas. ragam bahasa iklan adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan oleh para pengusaha untuk menawarkan berbagai produk barang dan jasa dimana khusus digunakan dalam bidang periklanan. Dan pemfokusan kalimat adalah upaya penonjolan, penegasan, pementingan, penekanan, atau pengkonsentrasian pada salah satu unsur atau bagian kalimat yang dipentingakan.  Sedangkan bahasa sendiri di artikan sebagai system lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, melakukan percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, dan sopan santun.

Hal ini akan diterangkan mengenai kehadiran ragam bahasa Indonesia iklan yang memiliki kedudukan dan fungsi tersendiri. Kedudukan ini sejajar dengan ragam bahasa Indonesia lainya, ragam bahasa timbul karena kebutuhan pemakai yang disesuaikan dengan fungsi dan situasinya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka ragam bahasa Indonesia iklan mempunyai fungsi yang tersendiri yang berbeda dengan ragam bahasa lain. Fungsinya adalah sebagai bagian internal pemfokusan iklan, yang mempunyai peranan penting untuk peningkatan hasil penjualan suatu barang atau jasa. Selain itu juga mempunyai fungsi sebagai alat fungsional untuk mempersuasi pembaca sehingga tertarik dan berminat membeli produk yang ditawarkan tersebut. pemfokusan kalimat pada iklan diberi ragam bahasa Indonesia iklan  yang sesuai dengan maksud dan tujuan iklan yang dibuat atau disajikan pada pembaca.

Daya persuasif iklan diperkuat dengan melengkapi teks iklan tersebut dengan ragam bahasa iklan, gambar dan variasi tipografi. Dengan demikian iklan tersebut tidak akan berlalu begitu saja dari perhatian masyarakat.

Menurut subkhan dalam materi retorika di jelaskan, bahwa segala jenis, tindak, tutur, usaha benda yang ditampilkan lewat media massa, semua hal tersebut dimaksudkan untuk mempengaruhi pihak lain yang pada hakekatnya disebut topik retorik. Maka secara umun dapat dijelaskan bahwa topik bisa berupa ungkapan diri (buah pikiran, cetusan perasaan, kemauan, imajinasi, fantasi, cita) pengetahuan dan pengalaman, lingkungan sekitar dan alam raya.

faktor lainya, yaitu adanya kebutuhan komunikasi yang efektif dan efisien dari sekelompok penutur bahasa tertentu. Efektifitas komunikasi tercipta apabila isi pesan mempunyai bentuk jelas, memberi cukup makna pada pembaca tentang apa yang dikatakan. Sedangkan efisiensi komunikasi diperlukan agar pesan yang disampaikan dapat cepat diterima dan dapat dipahami komunikan. Untuk itu mendapatkan efektifitas dan efisiensi komunikasi ini memilih jenis ragam tertentu yang sesuai dengan situasi dan kondisi komunikasinya sehingga muncullah ragam bahasa Indonesia iklan dalam kalimat iklan yang difokuskan.

Maka dapat disimpulkan melalui beberapa kaajian diatas yakni ragam bahasa iklan mempunyai peranan yang besar dalam pemfokuaan kalimat iklan bahasa Indonesia di surat kabar Jawa Pos edisi bulan Juni-Juli 2012.

 

Leave a Reply