Bab 3 skripsi “PSIKOLOGI TOKOH DALAM NOVEL BAK RAMBUT DIBELAH TUJUH KARYA MUHAMMAD MADHLORI”

BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1 Pendekatan Penelitian

Pada penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Pendekatan psikologi sastra merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk mengungkap segi-segi psikologi, baik pengarang maupun tokoh-tokohnya dalam sebuah karya sastra. Menurut Nurgiantoro (2010:194), kehadiran tokoh dalam sebuah karya sastra melukiskan sifat, sikap, karakter, kecenderungan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan jati diri tokoh.

Adapun demikian, arti pendekatan itu sendiri adalah alat untuk mengungkap realita atau fenomena sebelum dilakukannya analisis pada sebuah karya satra (Siswantoro, 2010:47). Dengan demikian fokus dari analisis ini adalah penulis berkeinginan semata-mata untuk mengungkap aspek psikologi yang dialami oleh masing-masing tokoh dalam novel Bak Rambut Dibelah Tujuh karya muhammad madhlori.

37

Penelitian merupakan kegiatan ilmiah, maka pada penganalisisan ini sendiri penulis menggunakan penelitian yang bersifat kualitatif. Penelitian   kualitatif merupakan studi analisis yang dilakukan dengan cara menekankan pada deskriptif secara alami dan pengambilan data secara natural. Maka deskriptif yang dimaksud adalah sebuah analisis dalam prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan penelitian berdasarkan fakta-fakta dalam teks.

Dengan demikian, fokus dari penelitian ini sendiri, diarahkan untuk mengungkap kondisi kejiwaan yang dialami masing-masing tokoh pada novel Bak Rambut Dibelah Tujuh karya muhammad madhlori. Sedangkan untuk mengungkap kondisi psikologi tokoh yang terdapat pada novel ini penulis menggunakan pijakan dari pendapat Ratna ( 2009:62), mengasumsikan bahwa pendekatan psikologi sastra dikaitkan dengan gejala-gejala kejiwaan, seperti obsesi, kontenplasi, karakter, motivasi, sublimasi, ego, egoisme, bahkan sebagai neurosis, oleh karena itulah karya sastra dianggap sebagai gejala (penyakit) kejiwaan.

3.2 Metode Penelitian

Metode dalam sebuah penelitian berfungsi sebagai penyearah. Artinya dengan metode maka akan memperlancar jalannya prosesi penelitian. Siswantoro (2010:56), menerangkan bahwa metode adalah cara pandang dari seseorang peneliti di dalam usahanya untuk memecahkan masalah yang diteliti, karena penelitian merupakan kegiatan ilmiah.

Penelitian sastra adalah wujud kongret kritik sastra. Sebagaimana penelitian ini, penulis membahas dan menganalisis mengenai psikologi kejiwaan yang difokuskan pada novel Bak Rambut dibelah tujuh karya Muhammad madhlori. Dengan demikian metode yang digunakan pada penelitian ini haruslah benar-benar terfokus. Penelitian ini sendiri penulis mengunakan metode deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan mengambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian  (novel) yang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Siswantoro, 2010:57). Karena pada prinsipnya, penelitian sastra adalah wujud kongret kritik sastra. Sebagaimana penelitian ini, penulis membahas dan menganalisis mengenai aspek kejiwaan tokoh pada novel Bak Rambut Dibelah Tujuh karya muhammad madhlori.

 Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan yang ada pada diri manusia. Manusia tidak akan bisa terlepas dari intuisi,perasaan, dan dimensi lainnya yang masuk pada ranah jiwa (sutardi, 2011:78). Lanjut sutardi mejelaskan bahwa psikologi sastra adalah teori yang menitikberatkan perhatiannya  pada unsur kejiwaan yang ada pada karya sastra. Dalam perspektif ini, psikologi sastra memiliki beberapa wilayah cakupan yang dapat digunakan acuan oleh pembaca untuk memahami esensi yang terkandung di dalamnya. Pertama tekstual yang mengkaji psikologi tokoh atau karakter. Kedua, pendekatan reseptif yang mengkaji wilayah pembaca sebagai penikmat karya sastra. Ketiga, ekspresif yang mengkaji wilayah kejiwaan.

Adapun menurut Sariban (2009: 164), psikologi dalam sastra tidak diarahkan pada keinginan untuk mengetahui reaksi pembaca. Psikologi sastra dapat berangkat dari psikologi pengarang. Karena berangkat dari psikologi pengarang, tokoh, prilaku, dalam motivasi tokoh didasarkan pada teks karya sastra.

Psikologi merupakan suatu pendekatan yang dilakukan untuk mengungkap segi-segi psikologi tokoh dalam sebuah karya sastra. Karya satra dianggap sebagai hasil aktivitas penulis yang sering dikaitkan dengan gejala-gejala kejiwaan, seperti obsesi, kontenplasi, kompensasi, sublimasi, bahkan sebagai neurosis. Oleh karena itulah karya sastra dianggap sebagai gejala (penyakit) kejiwaan(Ratna, 2009:62).

Sobur (2009:19-2), “psikologi merupakan psycle yang berarti jiwa dan logos  yang berarti ilmu. Jadi  secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari gejala-gejala kejiwaan. Psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari mind dan pikiran. Namun, dalam perkembanganya kata mind berubah menjadi behavior atau tingkah laku. Sehingga psikologi didefenisikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.

Psikologi sastra merupakan satu kesatuan pengungkap diri yang kangret. Secara umum memang dapat dikatakan bahwa sastra hakikatnya satu bidang ilmu yang meneropong permasalahan dimensi manusia dan kehidupanya, baik dengan dimensi psikologi maupun filsafat (latief, 2008:50). Sedangkan menurut sarwono (2010:2), psikologi adalah tingkah laku manusia sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat.

3.3 Sumber Data dan Data Penelitian    

  1. Sumber Data

Sumber data pada penelitian diambil dari novel Bak Rambut Dibelah Dtujuh karya Muhammad Madhlori yang diterbitkan oleh DIVA Press, Jogjakarta tahun 2011. Novel ini merupakan salah satu dari sekian banyaknya karya sastra Indonesia yang masuk pada jajaran best seller  yang sangat digemari oleh masyarakat pembaca. Novel ini berlatar belakang merah dan bergambar wanita dan masjid dengan ketebalan 320 halaman.

  1. Data Penelitian

Data penelitian yang dijadikan bahan pada penelitian ini berupa kata –kata, dan wacana yang ada dalam teks novel Bak Rambut Dibelah Tujuh karya Muhammad Madhlori. Maka dari itu, dengan menggunakan teknik pencatatan, yakni mencatat hal-hal yang berisi tentang kejiwaan yang berkaitan dengan intelegensi,motifasi,sikap emosional dan persepsi yang timbul dalam cerita Bak Rambut Dibelah Tujuh. Akan diperoleh deskripsi yang dapat dipertanggungjawabkan. Data penelitian ini dibagi atas dua aspek yaitu:

  1. Data Primer

data primer adalah data pokok yang digunakan dalam penelitian. Sedangkan data primer yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah novel Bak Rambut Dibelah Tujuh karya Muhammad Madhlori.

  1. Data Sekunder

data sekunder merupakan data pendukung bagi data primer. Data sekunder yang dibutuhkan untuk menunjang penelitian ini terdiri atas beberapa buku panduan. Diantaranya adalah buku-buku tentang kejiwaan, psikologi, karakter, apresiasi sastra, penelitian sastra, metodologi penelitian sastra, buku kesusastraan dan buku-buku penunjang lain yang berhubungan dengan teori penelitian ini.

3.4 Teknik pengumpulan data

Keraff (1993:160) mengatakan bahwa dalam sebuah panelitian terdapat bermacam-macam cara atau teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data. Salah satu cara atau teknik yang di maksud adalah dengan mengadakan metode simak dan catat. Teknik pencatatan menurut Bogdan dan Biklen (dalam Moleong, 2009:209) adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat, dialami, dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap data dalam penelitian kualitatif.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pencatatan. Menurut junice Mc Durcy (dalam Moleong,1999:248), teknik pencatatan dengan analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh tingkat akurasi yang baik. Adapun cara-cara yang dilakukan adalah dengan cara (1). Membaca  novel Bak Rambut Dibelah Tujuh Karya Muhammad Madhlori secara berulang-ulang, menandai kata-kata kunci dan gagasan yang ada dalam data, (2). Mempelajari kata-kata kunci dan berupaya mempelajari tema dari data, (3). Menuliskan model yang ditemukan, (4). Koordinasi terhadap data yang telah dilakukan revisi-revisi tersebut dan dapatlah kita pahami bahwa ada yang mengemukakan   proses dan menjelaskan komponen-komponen yang perlu dalam analisis data.

Selain itu juga penulis menggunakan metode studi pustaka. Siswantoro (2010:76). Metode ini merupakan suatu cara mengumpulkan data dengan mempelajari berbagai literatur sebagai bahan acuan dalam menulis laporan. Tindakan mereduksi  data tak lain adalah menyeleksi data dengan cara memfokuskan pada data yang menjadi objek kajian.

Adapun yang menjadi data pada penelitian ini adalah cuplikan-cuplikan novel Bak Rambut Dibelah Tujuh Karya Muhammad Madhlori yang menggambarkan aspek psikologi yang berkaitan dengan masalah intelegensi kejiwaan tokoh, motivasi, sikap emosional dan persepsi yang timbul dalam sebuah cerita.

3.5 Teknik  Analisis Data

Untuk menemukan nilai-nilai kejiwaan tokoh dari novel Bak Rambut Dibelah Tujuh karya Muhammad Madhlori, maka data-data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan metode deskriptif kualitaif, yaitu suatu metode yang menguraikan hasil analisis sesuai dengan data yang ditemukan, kemudian menyusunanya secara matang dan terperinci (Arikunto,2006:12). Teknik analisis data dari novel bak rambut dibelah tujuh ini kemudian penulis susun dalam bentuk laporan, diantaranya adalah:

  1. Analisis Deskriptif

Pada penelitian ini, penulis menggunakan analisis deskriptif yang bersifat kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif pada penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan aspek psikologi kejiwaan yang meliputi intelegensi, persepsi, motuvasi dan sikap emosional yang ada dalam novel bak rambut dibelah tujuh. Analisis deskriptif kualitatif, menurut Arikunto (2006:12), merupakan suatu metode yang menguraikan hasil analisis sesuai dengan data yang ditemukan, kemudian menyusunanya secara matang dan terperinci.

  1. Langkah kerja penelitian
    tahap langkah kerja pada penelitian in meliputi :
  2. Membaca kembali dengan teliti hasil catatan yang telah diperoleh dari teks. Dalam hal ini adalah data-data berupa kutipan yang diperoleh dari sumber data yang meliputi intelegensi, persepsi, motivasi dan sikap emosional..
  3. Mencatat kutipan pada masalah tertentu yang memasuki wilayah kejiwaan tokoh.
  4. Menyusun data tersebut berdasarkan klasifikasi data yang diperoleh.
  5. Membuat catatan dan mendeskripsikan tentang bagaimana intelegensi,motifasi, sikap emosional dan persepsi tkoh-tokohnya.

Leave a Reply