BAB 5 “NILAI–NILAI BUDAYA DALAM NOVEL AMIRA : CINTA DARI TANAH SURGA KARYA SULIWE “

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

 

  • Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dikemukakan di depan, dapat disimpulkan dua hal penting yang menjadi kajian dalam penelitian ini. Dua hal tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, strukturalisme dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga karya Suliwe. Kedua, nilai-nilai budaya yang tergambar dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga karya Suliwe. Keduanya dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, struktur intrinsik dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga Karya Suliwe meliputi tema, penokohan, alur atau plot, dan latar. Tema dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga karya Suliwe ini adalah berkenaan dengan cinta dan pengorbanan. Penokohan tampak pada perilaku tokoh-tokohnya. Tokoh pertama adalah Amira. Ia memiliki sifat yang baik, lugu, taat beribadah, bekerja keras dan bertanggung jawab, sensitif, pesimis, suka mengeluh, dan pintar. Tokoh yang kedua adalah Bu Fatimah, ibu Amira. Ia seorang ibu yang berhati mulia, optimis, ikhlas, penyabar dan penyayang. Tokoh ketiga adalah Pak Alif, ayah Amira. Ia seorang yang pemabuk, penjudi, dan kasar. Tokoh keempat adalah Fatih. Ia seorang yang periang dan suka menolong. Alur yang terdapat dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga karya Suliwe adalah menggunakan alur campuran. Tahapan-tahapan alur tersebut adalah tahap situation (penyituasian), tahap generating circumstances (pemunculan konflik), tahap ricing action (peningkatan konflik), tahap klimaks, dan tahap denoement (penyelesaian). Latar meliputi tempat, waktu, dan sosial. Latar tempat meliputi rumah, kampus, warung, kuburan, lapangan dan rumah sakit. Latar waktu meliputi subuh, ashar, maghrib. Juga terdapat masa lalu dan masa sekarang. Latar sosial yang dominan berupa kehidupan yang religius dan saling tolong-menolong.

Kedua, nilai-nilai budaya dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga Karya Suliwe meliputi nilai moral, nilai sosial, dan nilai spiritual (religius). Nilai moral meliputi sikap, akhlak, dan etika. Nilai moral pada aspek sikap tercermin dari perilaku tokoh-tokohnya. Tokoh Bu Rumi yang kejam dan kasar, tokoh Amira yang bertanggung jawab, tokoh Bu Fatimah yang penyayang, dan tokoh Fatih yang suka menolong. Akhlak dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga karya Suliwe adalah sifat buruk Pak Alif yang suka mabuk dan judi, Amira yang pesimis dan suka mengeluh. Namun Fatih suka menolong dan Bu Fatimah yang selalu tawakal. Etika dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga karya Suliwe adalah kebiasaan baik keluarga Amira beribadah kepada Allah. Selanjutnya, nilai sosial dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga karya Suliwe meliputi nilai solidaritas, nilai pengorbanan, dan nilai cinta. Nilai solidaritas tampak pada kehidupan yang saling tolong-menolong. Nilai pengorbanan dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga karya Suliwe tampak pada pengorbanan seorang puteri kepada kedua orang tuanya sehingga rela bekerja mengabdikan diri di sebuah lembaga bimbingan belajar sepulang kuliah demi tuntutan ekonomi. Pengorbanan seorang ibu sekaligus isteri kepada suaminya sehingga rela menerima dan merawat seorang bayi hasil selingkuhan suaminya. Pengorbanan seorang lelaki kepada gadis yang dicintainya sehingga rela mempersatukan gadis itu dengan sahabatnya.  Pengorbanan seorang sahabat kepada sahabatnya sehingga rela dihukum oleh penjaga panti saat ketahuan memberikan makanan dan selimut kepada temannya yang sedang dihukum tidur di luar. Nilai cinta yakni meliputi cinta keluarga, cinta sahabat, dan cinta kekasih. Sedangkan nilai spiritual (religius) dalam novel Amira: Cinta dari Tanah Surga karya Suliwe adalah kebiasaan baik keluarga Amira beribadah kepada Allah.


  • Saran

Sebagai karya cerita fiksi, novel sarat akan pengalaman dan permasalahan kehidupan yang ditawarkan. Karena itu, novel harus tetap merupakan cerita menarik yang mempunyai bangunan struktur yang koheren dan tetap mempunyai tujuan estetik. Dapat disimpulkan bahwa novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang di dalamnya memuat nilai-nilai budaya, yakni nilai-nilai estetika dan nilai-nilai pengetahuan serta nilai-nilai kehidupan.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia seharusnya memperkaya pengetahuan dengan membaca beragam novel agar dapat mengambil nilai-nilai budaya yang tertera di dalamnya. Begitu pula dengan guru Bahasa dan Sastra Indonesia, sehingga dapat mengajarkan kepada peserta didik sebagai tambahan bekal dalam mengarungi kehidupan yang lebih baik. Juga selalu mengasah keilmuan sastra terhadap anak didiknya, karena sastra merupakan sebuah kebudayaan yang patut untuk dilestarikan. Sedangkan bagi peneliti lanjutan, hendaknya mengkaji novel ini dengan tinjauan yang lain agar semakin sempurna dan manpu mengungkap hal-hal baru.sss

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aminuddin. 2009. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Andalusi. 2008. Sabda Cinta dari Andaluis.  Jakarta: Gudang Ilmu

Bertens. 2007. Etika. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Elmubarok, Zaim. 2008. Membumikan Pendidikan Nilai, Mengumpulkan yang       Terserak, Manyambung yang Putus, dan Menyatukan Yang Tercerai.          Bandung: Alfabeta.

Endraswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra: Epiatemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta:   Medpress.

Endraswara, Suwardi. 2011. Metodologi Penelitian Sosiologi Sastra. Yogyakarta:

  1. Buku Seru.

Faruk. 2008. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Faruk. 2010. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Koentjaraningrat. 2000. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

 

Moleong, J. Lexy. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya.

Mustopo, Habib. 1983. Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: Usaha Nasional.

Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pradopo, Rachmad Djoko. 2010. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rama, Tri. 2007. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Agung.

Ratna, Nyoman Kutha. 2011. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sariban. 2009. Teori dan Penerapan Penelitian Sastra. Surabaya: Lentera Cendikia.

Suliwe. 2011. Cinta Dari Tanah Surga. Jakarta: Gema Insani.

Suryana, Toto A. 1997. Pendidikan Agama Islam. Bandung: Tiga Mutiara.

Suseno, Franz Magnis. 1991. Etika Jawa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sutardi. 2011. Apresiasi Sastra: Teori, Aplikasi, dan Pembelajarannya. Lamongan:            Pustaka Ilalang.

Taufik, Mokhamad. 2009. Akidah Akhlak. Semarang: Aneka Ilmu.

Zaidan, Rozak, dkk. 2007. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka.

Leave a Reply