BAB 5 Simpulan dan Saran Skripsi “Nilai-Nilai Budaya Dalam Novel Empat Sekawan Dan Cinta Karya Antonius Tanan Dan Fanny J. Poyk”

saran

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

 

  • Simpulan

Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian yang telah dikemukakan di depan, maka dalam bagian penutup ini dapat disimpulkan tiga hal penting yang menjadi pokok kajian dalam penelitian yaitu mendeskripsikan nilai-nilai budaya yakni deskripsi nilai kesopanan, deskripsi nilai gotong-royong, dan deskripsi nilai individualisme yang menggunakan pendekatan fenomenologis yang ada dalam novel Empat Sekawan dan Cinta karya Antonius Tanan dan Fanny J. Poyk.

Deskripsi nilai Kesopanan yang menonjol dalam novel Empat Sekawan dan Cinta karya Antonius Tanan dan Fanny J. Poyk adalah (1) Sikap ramah, Sikap ramah harus tetap dijaga dan dilestarikan di manapun kita berada, meskipun kita berbeda pendapat, baik kepada orang tua, kepada orang yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi, maupun kepada sesama. (2) Sikap menghormati, pelajaran yang dapat diambil yakni untuk tetap saling menghormati meskipun berbeda pendapat. Menghoramati orang yang lebih tua, dan menjaga hubungan baik antar sesama. (3) Sedangkan untuk kepatuhan yakni patuh terhadap orang tua adalah sebuah kewajiban, jangan pernah membantah orang tua. Serta jika kita ingin menjadi berhasil maka kita harus mematuhi segala aturan yang ada baik di masyarakat maupun lingkungan kerja. Dan (4) Moral baik dan buruk, bahwa setiap perbuatan baik pasti akan mendapatkan balasan yang baik pula, begitu juga dengan perbuatan buruk akan mendapatkan sesuatu yang buruk pula.

Deskripsi nilai Gotong Royong yang menonjol dalam novel Empat Sekawan dan Cinta karya Antonius Tanan dan Fanny J. Poyk adalah (1) Tolong menolong yakni, hendaknya dalam hidup ini selalu dikembangkan rasa saling tolong-menolong. Menolong kepada yang lemah dan yang teraniaya, menolong kepada sesama, menolong kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita. (2) Bekerja-sama adalah suatu hal yang positif, yang dapat mempererat tali kekeluargaan dan persaudaraan. Namun, tak semua kerja sama itu akan berbuah positif.

Deskripsi nilai Individualisme yang menonjol dalam novel Empat Sekawan dan Cinta karya Antonius Tanan dan Fanny J. Poyk adalah (1) Mandiri misalnya, hidup tidak bergantung kepada siapapun dan cenderung berdiri sendiri. Situasi semacam ini dapat kita lihat dalam kehidupan masa kini, masyarakat lebih individualis. Bersaing untuk mendapatkan yang mereka inginkan, yang disebabkan oleh persaingan hidup dan tuntutan masa. (2) Sifat egois, setiap individu pasti memiliki sifat egois dalam dirinya, tak pandang orang itu muda ataupun tua. Sifat egois terkadang memberikan dampak yang positif, namun terkadang membawa dampak yang buruk bagi pelakunya. Fenomena sikap egois terkadang mendorong orang menjadi seseorang yang lebih maju dan berkembang, namun kadang kala membuat seseorang tersebut menjadi hancur karna keegoisannya tersebut. (3) Rasa percaya diri, sifat percaya diri yang dimiliki seseorang tak selamanya akan membawa hasil yang baik, kadang manusia mempunyai kepercayaan diri yang berlebihan, maka seseorang tersebut akan dipandang aneh oleh masyarakat, pasti akan digunjingkan. Karena pada kahekatnya manusia itu tidak hidup sendiri.

Demikian simpulan yang dapat ditarik dari penelitian tentang nilai-nilai budaya dalam novel Empat Sekawan dan Cinta karya Antonius Tanan dan Fanny J. Poyk. Dapat penulis katakan bahwa setiap dalam suatu masyarakat nilai-nilai budaya itu masih melekat erat dalam diri manusia, nilai-nilai budaya itu merupakan konsep-konsep mengenai apa yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar dari warga sesuatu masyarakat mengenai apa yang mereka anggap bernilai, berharga, dan penting dalam hidup, sehingga dapat berfungsi sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi kepada kehidupan para warga masyarakat tadi. Sejak kecil para individu telah diresapi dengan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakatnya sehingga konsepsi-konsepsi itu sejak lama telah berakar dan oleh sebab itu nilai-nilai budaya tersebut sukar untuk diganti dengan nilai-nilai budaya lain dalam waktu singkat.

 

  • Saran

Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, maka dapat dikemukakan saran sebagai berikut: Bagi Peneliti Sastra, hendaknya pada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan lebih sempurna, baik yang berhubungan dengan penelitian ini, maupun yang berhubungan dengan masalah lain dalam penelitian yang berobjek novel Empat Sekawan dan Cinta karya Antonius Tanan dan Fanny J. Poyk, karena terdapat aspek yang dapat diteliti selain nilai-nilai budayanya. Seseorang tidak dapat melakukan penelitian karya sastra dengan baik tanpa pemahaman dan pengetahuan yang memadai tentang sastra, selain itu juga didukung oleh ilmu-ilmu lain di luar sastra.

Bagi Pendidik, khususnya para pendidik karya sastra hendaknya dapat menjadikan karya sastra sebagai sumber pengajaran, baik di tingkat dasar maupun menengah, khususnya karya sastra yang ada hubungannya dengan nilai-nilai budaya. Sehingga pelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat berkembang dengan baik.

Bagi Pembaca, harapan penulis adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi pembaca terhadap karya sastra karena penelitian yang dilakukan dengan memakai objek karya sastra sebagian penelitiannya sering kali dapat bermanfaat bagi para pembaca. Selain itu harapan peneliti, penelitian ini dapat menjadi permulaan inspirasi bagi peneliti selanjutnya dalam meneliti novel Empat Sekawan dan Cinta karya Antonius Tanan dan Fanny J. Poyk, serta penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi pembaca yang hendak meneliti karya sastra dengan pendekatan yang sama.

Leave a Reply