Bab 5 skripsi “PSIKOLOGI TOKOH DALAM NOVEL BAK RAMBUT DIBELAH TUJUH KARYA MUHAMMAD MADHLORI”

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

5.1 Kesimpulan     

Dari analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan tiga persoalan yang berkaitan dengan analisis psikologi tokoh dalam novel  Bak Rambut Di belah Tujuh karya Muhammad Madhlori yang meliputi intelegensi, motivasi,sikap emosional dan persepsi.

88

Dalam novel Bak Rambut Dibelah Tujuh, intelegensi tokoh senantiasa dipaparkan pada tokoh Zarimah. Sebagaimana Zarimah berperan menjadi seorang gadis yang cantik, shalihah dan cerdas dalam menyikapi berbagai macam persoalan. Meskipun orang tuanya (pak somad dan mak mirah) orang miskin, zarimah tetap tidak putus asa dengan kondisinya dan bertekad untuk membebaskan keluarganya dari belenggu kemiskinan. Zarimah adalah satu-satunya gadis dikampung yang bisa menyelesaikan pendidikan tinggi diperguruan ternama seringkali zarimah menerima cercaan dan makian dari para tetangganya yang mengukur derajat manusia dari uang bukan dari ilmu pengetahuannya. tokoh Zarimah memiliki intelegensi kejiwaan yang meliputi kecerdasan pemikiran dan wawasan yang luas dalam memikirkan suatu jalan kehidupan yang sangat sulit, dan suatu pendidikan yang tinggi juga belum tentu menjamin untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan baik. Sehingga tokoh Zarimah berfikir bahwa setelah dirinya lulus nanti usaha apa yang akan dilakukanya untuk menemukan kehidupan yang layak. Zarimah menjalani ujian hidup yang begitu sulit, ia tidak mudah menyerah tetap sabar dan ikhlas dalam hal apapun tetap pada pendiriannya semula. Zarimah adalah anak yang cerdas dalam berfikir, ia berusaha untuk menjadi kebanggaan dan bertekad untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Melihat kedua orang tuanya bekerja keras dalam mencari sesuap nasi saja harus rela menerima pekerjaan yang sulit, mereka tidak pernah memandang pekerjaan itu layak atau tidak yang penting buat mereka itu halal. Zarimah menyadari bekerja keras itu kunci kesuksesan, karena seseorang yang punya niat untuk maju dalam kehidupan yang lebih layak lagi harus tetap berusaha dan bersyukur. Dengan usaha pasti ada hasil yang baik. Pendidikan yang tinggi membuat Zarimah semakin mengerti, kedisiplinan itu sangat penting terutama kedisiplinan waktu, ia selalu menggunakan waktunya agar jangan sampai sia-sia. Zarimah ingin membiasakan diri dengan cara hidup yang sedang dijalaninya. Sehingga tokoh Zarimah berfikir bahwa setelah dirinya lulus nanti ia berharap bisa menjadi guru.

Tokoh Zarimah memiliki intelegensi kejiwaan yang meliputi kecerdasan dalam pendidikan, dia seorang gadis yang sangat luar biasa. Ia sangat peduli dengan pendidikan yang ada dikampungnya. Zarimah memang bukan orang yang kaya tapi ia dikasih kelebihan yang tidak dimiliki perempuan pada umumnya dikampungnya meskipun ia miskin tapi kaya ilmu, kecerdasan yang ia miliki membuat para anak muda menyukai sosok Zarimah yang cerdas dan tidak sombong. Tokoh Zarimah ingin menghilangkan perasaan itu dengan membatasi gejolak cinta dan rindunya agar tidak menjelma menjadi rasa cinta yang bisa menggelorakan jiwanya, Zarimah sangat takut akan racun perasaan cinta yang berjarak sangat dekat, bagai rambut dibelah tujuh dengan nafsu. Zarimah berfikir penderitaan sudah berubah menjadi sebuah pengalaman yang justru akan menguatkan dirinya dalam menghadapi segala rintangan. Zarimah berfikir bahwa sesuatu yang dipandang berharga tidak mesti mendatangkan hasil atau untung yang diinginkan, tidak selamanya sesuatu yang terlihat tidak berarti itu merugikan. Justru. Orang yang dapat melakukan sesuatu yang dipandang tidak berguna dan kemudian menjadi hal yang paling menguntungkan berarti mempunyai kecerdasan yang tidak banyak dimiliki oleh orang lain.

Adapun motivasi tokoh dalam novel ini mencakup beberapa aspek, yaitu dorongan yang timbul dari dalam diri maupun dari luar.

Motivasi dari dalam diri yaitu dorongan untuk berbuat sesuatu hal atau kehendak berdasarkan bisiakan hati dan perasaannya, sedangkan motivasi dari luar mencakup tindak perbuatan tokoh yang berasal dari dorongan orang lain. Hal itu terbukti dari sosok Zarimah yang senantiasa termotivasi untuk merubah kehidupanya yang tidak seperti perempuan pada umumnya. Tokoh Zarimah memiliki motivasi yang kuat, ia ingin bahwa suatu saat nanti kehidupanya ingin lebih baik dari sebelumnya.

Adapun sikap emosional yang timbul pada tokoh dalam novel ini digambarkan seperti karakter dan tingkah laku tokoh yang menunjukkan ketidakkeramahan, permusuhan dan keegoisan. Demikian juga aspek egoisme tokoh. Egoisme bisa diartikan sebagai bentuk, sikap yang timbul akibat tekanan batin dan ketidaksabaran.pada tokoh Bak Rambut Dibelah Tujuh, egoisme tokoh Zarimah lahir karena dipengaruhi oleh pikiran-pikiran yang menyeruak dalam benaknya. Pikiran-pikiran itu timbul karena rasa malunya terhadap tingkah laku orangtuanya.

Begitu juga dengan persepsi. Persepsi yang timbul dalam novel ini dikupas dengan lugas. Persepsi merupakan tanggapan atau penerimaan langsung dari suatu atau merupakan proses seseorang mengetahui beberapa hal yang diketahui orang lain dalam memahami setiap informasi tentang lingkungan melalui panca indera. Pada novel Bak Rambut Dibelah Tujuh, tokoh Baqri  menunjukkan suatu persepsi dan sikap yang tidak mudah terhasud dengan omongan yang belum tentu jelas kebenaranya tanpa didasari bukti-bukti yang kuat. Baqri juga menunjukkan sikap orang yang mengerti asas dasar hukum bahwa dia tidak begitu saja percaya dengan berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenaranya. Tokoh Baqri memiliki sifat yang arif dan mempunyai sikap yang sabar dalam menghadapi suatu permasalahan. tokoh Baqry sangat jujur, ia sangat keki mendengar pelayan itu menawarkan perek kepadanya karena tokoh Baqry adalah lelaki baik-baik yang tidak doyan perek. Sedangkan tokoh Zarimah memiliki persepsi bahwa kedudukan dan kehormatan terletak pada orang yang berilmu tinggi tetapi berbeda dengan orang-orang yang hidup di desa Zarimah, mereka berfikir ilmu tidaklah penting lebih baik jadi orang yang berduit daripada orang yang berilmu. Tokoh Zarimah memilki pendidikan yang lebih tinggi, tidak pernah menyerah dengan keadaan dan pekerjaan yang sedang dijalaninya sehingga mereka mampu menunjukkan betapa sempurnanya  sosok zarimah.

Tokoh Nirmala selalu dihantui masa lalu yang buruk dengan Pak Rush, ia tidak bisa melupakan apa yang terjadi pada dirinya dulu. Sedangkan tokoh Marni menunjukkan suatu persepsi dan sikap yang tidak patut dicontoh, karena Marni berniat menjadikan desa Zarimah kampung maksiat. Beruntung tokoh Zarimah menggagalkan niat itu dan Marni sangat marah karena Zarimah menolak ajakan kerja sama. Zarimah tidak memperdulikan resiko yang akan terjadi pada dirinya jika ia menggagalkan usaha itu.

5.2 Implikasi Peneliti

  1. Manfaat Teoritis
  2. Penelitian ini dapat memberikan dan mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan penelitian psikologi sastra dalam sebuah karya sastra.
  3. Penelitian ini mampu memberikan sumbangan terhadap perkembangan ilmu kesusastraan.
  4. Penelitian ini mampu memberikan pengetahuan mengenai kajian psikologi sastra, khususnya pada novel Bak rambut dibelah tujuh karya muhammad madhlori.
  1. Manfaat praktis
  2. Sebagai sarana bantu bagi orang lain, mahasiswa, maupun guru dalam pengidentifikasi makna psikologi pada sebuah karya sastra.
  3. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi seorang peneliti berikutnya yang menganalisis masalah yang sama, atau berkaitan dengan topik penelitian ini.
  4. Penelitian ini bermanfaat sebagai referensi bagi mahasiswa dan guru yang ingin menganalisis sebuah karya sastra.

5.3 Saran

Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Dalam penelitian ini, penulis menyadari secara sepenuhnya bahwa hasil penelitian ini masih jauh dari harapan pembaca maupun peneliti lainnya. Kekurangan itu bisa muncul dari kekurangtelitian dalam mengekspose seluruh bentuk eksistensialisme dan kekurangtepatan dalam mendeskripsikan analisis psikologi dalam novel Bak Rambut Dibelah tujuh ini.

Berdasarkan hal tersebut, penulis menyarankan kepada peneliti berikutnya untuk meneliti tindak ulang dari sudut pandang yang sama, tetapi dengan mengungkapkan yang lebih baik atau lebih sempurna. Selain  meneliti sudut pandang yang sama, peneliti lain bisa melakukan tindak peneliti dengan sudut pandang yang berbeda.

Leave a Reply