SINOPSIS NOVEL AMIRA: CINTA DARI TANAH SURGA KARYA SULIWE

            Novel Amira: Cinta dari Tanah Surga karya Suliwe berkisah tentang kehidupan Amira az-Zahra. Kehidupan yang penuh dengan konflik. Konflik yang berhubungan dengan kehidupan keluarganya, juga mengenai kehidupan cintanya.

            Amira awalnya adalah seorang gadis lugu yang pintar dan bertanggung jawab. Ia bertanggung jawab atas ekonomi keluarganya. Demi tuntutan ekonomi, sepulang kuliah ia mengabdikan diri di sebuah lembaga bimbingan belajar di kota Karesidenan sebagai mentor freelance, tidak tetap. Akan tetapi, di balik semua itu ia sangat sensitif. Sensitif terhadap masalah pernikahan. Hal itu terjadi karena sikap buruk ayahnya terhadap ibunya.

            Konflik dalam keluarga Amira berawal saat hadirnya Sarah, anak hasil selingkuh ayahnya. Akan tetapi ibunya mau menerima dengan lapang dada. Hal itu berbeda dengan ayahnya yang menganggap Sarah sebagai anak pembawa sial. Akhirnya judi dan minuman keras menjadi kebiasaan barunya. Jika sedang kesal dengan Sarah atau kalah dalam judi, istrinya menjadi sasaran kemarahannya. Akibatnya, pertengkaran demi pertengkaran pun selalu terjadi, penderitaan pun semakin bersahabat. Apalagi ditambah dengan hutang yang kian hari kian menumpuk.

            Penderitaan keluarga Amira bertambah lengkap setelah kematian ayahnya. Betapa Amira sangat kehilangan meski ayahnya sering bersikap kasar. Ia sangat sedih dengan kepergian ayahnya yang sangat mendadak. Apalagi dengan meninggalkan banyak hutang dan penderitan.

            Konflik dalam keluarga Amira mencapai puncak saat Nuraini datang. Kedatangannya bermaksud ingin membawa Sarah pergi. Hal itu membuat keluarga Amira semakin bertambah sedih, terutama Bu Fatimah. Ia sangat tersakiti karena sudah menganggap Sarah sebagai anak kandungnya sendiri. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlangsung lama. Ada Fatih yang selalu bisa memecahkan persoalan. Sejak kehadirannya sebagai tetangga baru yang selalu membantu setiap permasalahan yang dihadapi keluarga Amira, keluarga itu mulai merasakan kebahagiaan, sampai akhirnya nuraini datang dan ingin mengambil Sarah. Hal serupa kini terjadi. Karena ucapan Fatih, Nuraini batal membawa Sarah bersamanya. Ia tahu bahwa Sarah akan lebih bahagia hidup bersama Amira dan Bu Fatimah.

            Sementara itu, konflik lain terjadi, konflik dalam hati Amira. Ia yang awalnya sensitif kini mulai mencintai Fatih, seorang yang dianggap malaikat dalam keluarganya. Perasaannya tak karuan tiap kali melintas di depan rumah Bu Hasanah, Ummi Fatih. Padahal itu jalaan satu-satunya. Atas saran teman baiknya ia bermaksud mengutaralan isi hatinya pada fatih agar perasaannya lega. Akan tetapi, belum sempat ia bicara, ia patah hati. Hatinya terasa sakit yang luar biasa saat tahu bahwa ternyata cinta pertamanya sudah memiliki seorang istri dan anak. Ia pun kecewa dan langsung pergi.

            Di lain pihak, Fatih juga merasakan kepedihan yang sama. Fatih sebenarnya juga sangat mencintainya. Namun karena penyakit akutnya ia terpaksa berbohong tentang keadaan istri dan anaknya. Akhirnya, demi kebahagiaan Amira ia berusaha menjodohkan gadis pujaannya itu dengan Fahmi, sahabatnya yang juga sangat mencintai Amira.

            Fatih  hampir berhasil. Akan tetapi, persaan kecewa dan sakit hati yang kedua kalinya kembali dirasakan Amira. Ia marah saat tahu bahwa ternyata kebaikan dan cinta Fahmi hanyalah sebuah rekayasa Fatih. Bahkan ia tetap marah dan kecewa setelah tahu bahwa yang ia sangka tidak semuanya benar, karena Fahmi memang sungguh-sungguh mencintainya. Namun ia tetap merasa dipermainkan. Kemarahannya mulai reda  saat Fatih membacakan buku diarynya yang diakuinya sebagai diary Fahmi. Akhirnya perlahan Amira mau menerima cinta Fahmi kembali.

            Selanjutnya, Fahmi menikahi Amira az-Zahra dengan mahar surah ar-Rahman, salah satu surat dalam al-Quran yang sangat disukai Fatih. Bersamaan dengan disahkannya ijab qobul pernikahan, tiba-tiba Fatih jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Saat itulah semua orang mulai tahu perihal penyakit Fatih. Semua orang sangat sedih, terutama Amira.

            Amira sedih setelah tahu kebenaran bahwa Fatih sangat mencintainya. Bahwa istri dan anaknya sudah meninggal. Kesedihannya bertambah saat Fatih menghembuskan nafas terakhirnya setelah Fahmi berjanji padanya bahwa di kehidupan surga Amira adalah istrinya. Akhirnya kepergian Fatih meninggalkan sejuta kenangan dan sebuah pelajaran berharga bahwa kita melakukan sesuatu haruslah hanya karena Allah. Mencintai juga karena Allah.

 

Leave a Reply