Cara Mudah Kalahkan Tim Penguji Skripsi

Pertama, Siapkan diri Anda sebaik mungkin, dengan:

1. Minimal kita menguasai materi Skripsi 50% untuk diadili
Pengisian tidak berarti kita bisa menghafal seluruh isi Skripsi tapi secara garis besar kita mengerti. Tapi, lebih baik lagi jika kita menguasai hampir 100% tesis kita 
Pelajari kursus yang terkait dengan tesis Anda. Pertanyaan dari penguji tidak boleh jauh dari tesis Anda. Selama ketenangan, Anda pasti bisa menjawab semua pertanyaan dari mereka. Siapkan bahan pembuka sebaik mungkin yang mencakup kesimpulan kandungan tesis Anda. Jangan lupakan latihan di depan cermin sebelum maju.
2. Yakin, Tenang dan Santai.
Keyakinan implan bahwa kita BISA dan pendengaran bisa bingung kembali mendengar jawaban kita. Tenanglah atau jika sulit, berpura-pura menjadi tenang atau percaya diri (percaya diri). Sadar atau tidak, ini bisa membantu Anda mengatasi kegugupan dan memberi penguji kesan baik bahwa kita siap untuk diadili.
3. Motivasi Ingin berada di Sidang Tesis
Nah .. untuk waktu yang lama kita kuliah, jangan tunda lagi, segera berniat kuat saya ingin diadili dan ingin segera mencoba kemampuan persidangan.
4. Pahami karakteristik penguji.
Tukar pengalaman dengan dosen senior atau dosen. Mereka dapat membantu Anda memahami jenis pertanyaan apa yang biasanya ditanyakan dan bagaimana menyelesaikannya.
5. Kemudian pelajari hal-hal yang berhubungan langsung dengan penelitian Anda dan kuasai dasar teoritis dan masalah yang dibahas, terutama pada pengolahan data, penyajian dan analisis data sampai kesimpulan.
6. Cukup istirahat, sebaiknya jangan terlalu lama begadang, toh tesis jika anda yang menulisnya pasti yang anda kuasai dengan benar berarti tidak lagi harus dikaji dengan full time.
7. Siapkan bahan presentasi di depan pemeriksa.
Bahan persentase ideal saat persidangan tidak berbelit-belit. Perhatikan perbandingan materi dalam bentuk tulisan dengan gambar atau latar belakang yang mendukung. Jangan lupa, mereka sudah memegang salinan skripsi Anda begitu kental. Dengan demikian, tidak perlu mengulang dalam persentase. Sampaikan beberapa bagian yang dianggap penting dan sampaikan seluruh isi tesis.

Kedua, Menuju Hari H, pastikan semua bahan pencocokan Anda sesuai dan alat pendukung seperti, LCD atau laptop digunakan, berfungsi dengan baik.
Ada beberapa tips bagus yang dilakukan pada hari H, antara lain sebagai berikut:

1. Pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah menegaskan diri Anda sepenuhnya untuk menerima dan menjalani ujian uji coba ini.
2. Sebelum hari persidangan, cobalah membaca doa dan ayat-ayat Al Qur’an di rumah (untuk kaum muslimin) yaitu surat Al Kahfi, dan sholat terutama sholat Nabi Musa diambil dari surat Thaha. (20) mulai dari ayat 25-28, Sebelum persidangan dimulai dalam beberapa menit, baca surat Alam Nasyroh dan Al Fatihah (Insya Allah diberi kelancaran ).
3. Selama presentasi dan tanya jawab, Anda harus bisa meraih ‘kesan baik’ para penguji, inilah kunci utama untuk mendapatkan perhatian dan mencapai respons positif positif Anda yang pada akhirnya akan berdampak positif. Penilaian riset anda jadi, ambil ‘kesan baik’ ini. Terkadang hal-hal di luar pemahaman dan materi tesis yang mampu meningkatkan nilai Anda, kalaupun ada kesalahan setidaknya Anda hanya diminta merevisi dan tidak melakukan penulisan dan penelitian ulang.
4. Sebisa mungkin lakukan profiling dosen tes Anda, sehingga Anda akan lebih siap dalam menghadapinya karena tentu saja masing-masing dosen penguji memiliki kebiasaan yang berbeda satu sama lain dalam mengeksekusi peserta persidangan. Paling tidak Anda harus tahu bahwa dosen mengetes kursus apapun sehingga kami dapat memiliki gambaran umum pertanyaan terutama dalam sesi tes komprehensif.

Leave a Reply